Untuk Rasa yang Tak Pernah Bertepi

"Disuatu titik aku sadar, bahwa aku tertawa dan menangis karena dia, sedih dan bahagiapun karena dia"

Mungkin dalam hatiku kamu hanya sekilas lewat bagai angin lalu, tapi sunggung aku menikmati bagaimana proses itu terjadi. Ah aku masih ingat, bagaimana proses kita berkenalan saat kamu meminta kontakku di twitter. aku hanya bingung harus bagaimana, aku sebelumnya tidak pernah membagikan kontak pribadiku kepada orang yang tidak aku kenal. tapi karena kamu mengatakan kita satu kampus aku memberanikan diri. dalam hatiku aku berkata tidak ada salahnya hanya memperbanyak teman. tak lama setelah aku memberi tahunya di ngechat dan obrolan kitapun berlanjut. hanya ada satu hal yang aku tahu tentang kamu "Kamu Lucu". setelah kita kontak cukup laam kita belum merenanakan untuk bertemu padahal jarak kosan kita tak begitu jauh. mungkin karena dalam hati kita tak ada niat yang lebih. Komunikasi kitapun tidak begitu lancar, mungkin karena kamu memiliki pacar atau entah bagaimana akupun tak tahu, karena hubungan kita tak pernah membicarakan hal yang pribadi.

Setelah berbulan-bulan kita kenal, akhirnya kita ketemu, tidak ada kesan hal yang istimewa dalam pertemuan kita, karena niat kita berdua hanya jalan bareng untuk beli makan bareng tapi makannya di kosan masing-masing. hahah kita mungkin canggung atau bagaimana bertemupun hanya saling menyapa dan pergi begitu saja. tapi rasa itu mulai tumbuh ketika kita masuk ke obrolan-obrolan yang serius tentang kehidupan yang pernah kita jalani. kita menceritakan sebagian hal yang menarik dalam diri kita. atau mungkin hanya aku yang duluan tertarik  terhadapmu. Tapi kisah kita begitu lagi begitu lagi, setiap kamu menghilang pasti memiliki pacar baru, setelah dia pergi kamu datang kepadaku. aku rasa siklusnya sama. tpi aku tak mempermasalahkan soal itu.Tapi semakin kesini setelah kamu putus dari pacarmu yang terakhir itu hubungan kita semakin berbeda. intens tapi tak memiliki kejelasan. mungkin hanya aku yang teralu terburu-buru dan kamu terlalu banyak menimbang. aku tahu dalam menjalani sebuah hubungan harus didasarkan cinta. tapi untuk kita berdua belum ada ketahap dimana itu cinta. kita hanya memiliki rasa ketertarikan karena itu tak saling memperjuangkan. mungkin karena kamu juga belum bisa melupakan dia yang telah menyakiti hatimu.

Hubungan kita seperti kamu yang mengisi kekosongan hatiku, dan seperti aku yang mengibur hatimu yang sedih. tapi tak ada kata kata kita saling membutuhkan dan aku mencintaimu. kita hanya berani memulai tanpa bisa saling mengkahiri dengan jelas. bagiku semuanya sudah cukup, bagiku semuanya sduah terlihat, bagaimana rasa sayangmu itu terhadapku, karena itu dari awal aku tak berharap lebih akan hubungan kita berakhir indah. aku tak berani lebih banyak menyukaimu karena kamu terlalu ragu-ragu. pada akhirya aku hanya bisa melupakan tanpa sempat memilikimu.Tapi terima kasih karena kamu telah hadir, membuat aku tertawa dan menangis lagi, membuat jantungku berdebar-debar lagi. merasakn lagi bagaiman menyukai seseroang. 

Mungkin untuk sekarang hal yang tepat untuk kita adalah saling mengakhiri rasa yang tal pernah berujung, rasa yang tak pernah bertepi dan rindu yang tak pernah bertemu. inilah saatnya untuk kita saling melupakan apa yang telah terjadi dan aku selalu berharap kita menjadi teman baik.

F.I 27 Desember 2014 (untuk chatting pertama kita)



Komentar