Cinta Pertama



"untuk kita yang hanya berani menulis dibuku harian, memendam perasaan lewat bait-bait puisi. dan berharap esok lusa ia akan sempat membacanya."


Aku pernah menonton sebuah film yang pesannya "bahwa jika kamu mencintai seseorang, maka kamu harus mengatakannya begitu momen itu datang. karena kalau tidak, maka momen itu akan pergi begitu saja dan tak akan pernah datang lagi, lalu kamu akan menyesal."

Aku pernah di momen itu momen dimana aku ingin mengatakan yang sebenarnya, tapi dia tahu dari orang lain. iya aku menyesal karena ketika momen itu datangnya dari orang lain hanya ada rasa canggung yang terjadi diantara kita. tiba-tiba jarak kita menjauh, tak saling bicara dan diam-diam saling meninggalkan.

Untuk kamu yang dulu diam-diam selalu aku perhatikan, aku bahagia walaupun kamu bahagia bukan karena aku. untuk kamu yang dulu diam-diam selalu aku khawatirkan, aku lega walaupun ada seseorang yang selalu menjaga kamu. dan untuk kamu yang diam-diam aku cintai, aku bahagia walaupun kamu mencintai orang lain. Momen dimana saat aku merasa bahagia dan sedih bersamaan, momen dimana aku berjuang agar kamu bisa melihatku, momen dimana saat pertama kalinya aku jatuh cinta. itulah cinta pertamaku, menyedihkan tapi banyak kebahagian yang terpendam didalamnya yang selalu aku kenang sampai sekarang.


aku selalu menganggap cinta pertama adalah hal yang special, tapi cintaku berakhir di yang lainnya. semoa orang pasti memiliki cinta pertama ada yang mengejar dan mewujudkannya, ada yang mundur dan membuangnya, ada pula yang diam dan hanya menyimpannya sepanjang sisa hidupnya. dan aku menjadi orang yang terakhir itu.

untuk cinta pertamaku, terimakasih kau telah mengajarkan aku akan semuanya. pengorbanan, keikhlasan, berjuang, melakukan hal-hal konyol, tidak ada lelaki yang lain yang selalu aku kenang selain dirimu saat ini. karena aku begitu belajar sangat sulit menemukan seseorang yang begitu mencintai kita dan kitapun mencintai dia.


Untuk TH, 2008. 


Komentar